Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 4

Hadist ke-7

Dari Umar r.a berkata, Rasulullah saw bersabda, “Allah mengangkat derajat beberapa kaum melalui kitab ini (al Quran) dan dia merendahkan beberapa kaum lainnya melalui kitab ini juga.” (Hr.Muslim).

Orang yang beriman kepada kitab Allah yang mulia serta mengamalkannya akan diberi oleh Allah swt kedudukan yang mulia dan kehormatan baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.Dan siapa saja yang tidak beramal dengannya akan dihinakan oleh Allah. Hal ini dinyatakan dalam beberapa ayat al Quran, diantaranya:

“Dia menyesatkan banyak orang dengannya (kitab-Nya) dan memberi hidayahnya kepada banyak orang dengannya pula.” (Qs. Al Baqarah ayat 26)

“Dan kami turunkan al Quran yang bisa menjadi penawar hati dan rahmat bagi orang-orang mukmin. Sedangkan (al Quran) tidak menambah kepada orang-orang zhalim, kecuali kerugian.” (Qs.al Isra ayat 82)

Rasulullah saw bersabda, “banyak orang munafik dari umat ini yang membaca al Quran dengan nada dan lagu yang bagus.” Sebagian ulama telah mengatakan dalam kitab Al Ihya, “Apabila seseorang mulai membaca satu surat dari al Quran, maka para malaikat pun mulai memohonkan rahmat untuk orang itu dan mereka terus menerus berdoa untuknya sehingga ia berhenti membacanya.Tetapi ada juga seseorang yang mulai membaca satu surat dari al Quran dan para malaikat pun mulai mengutuknya, demikian seterusnya hingga orang itu menyelesaikan bacaannya.” Sebagian ulama mengatakan bahwa terkadang ada seseorang membaca al Quran yang mulia tapi tanpa disadarinya,ia memohon kutukan atas dirinya sendiri.Misalnya ia membaca ayat berikut:

“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) ke atas orang-orang yang zhalim.” (Qs.al A’raf ayat 44 dan Hud ayat 18).

Sedangkan ia sendiri membiarkan dirinya dalam kezhaliman, sehingga laknat Allah pun menimpa dirinya. Demikian juga ketika ia membaca dalam al Quran:

“Laknat Allah (ditimpakan) ke atas orang-orang yang berdusta.” (Qs.Ali imran ayat 61).

Sebenarnya ia sendiri terancam oleh laknat ini apabila dia sendiri sebagai pendusta.

Amir bin Wastilah r.a berkata, “Umar r.a telah melantik Nafi bin Abdul Harits sebagai Gubernur di Makkah. Suatu ketika Umar r.a menanyakan siapakah yang telah dilantik oleh Nafi sebagai pengurus kawasan hutan?” jawab Nafi. “Siapakah Ibnu Abza itu?” tanya umar r.a kembali. Nafi menjawab, “Ia adalah seorang dari hamba-hamba kami.” Umar r.a menegurnya, “Mengapa kamu melantik seorang hamba menjadi amir (ketua)?” Nafi menjawab, “Karena ia suka membaca.”mendengar penjelasan ini Umar r.a mengemukakan sabda Rasulullah saw “Dengan Al-Quran ini Allah meninggikan derajat banyak orang dan dengannya pula Dia merendahkan mereka. (Sumber Himpunan Kitab Fadhail Amal Hal 344-346)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: