Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 3

Hadist ke-4

Dari Aisyah r.a berkata, Rasulullah saw bersabda, “Seorang yang ahli di dalam al Quran akan berada di kalangan malaikat-malaikat pencatat yang mulia dan lurus, dan seseorang yang tidak lancar (tersendat-sendat) di dalam membaca al Quran sedang ia bersusah payah mempelajarinya, akan mendapat ganjaran dua kali lipat.” (Hr.Bukhari, Nasai, Muslim, Abu Daud, Tarmizi, dan Ibu Majah ).

“Orang yang ahli dalam al Quran” maksudnya ialah seseorang yang pandai membaca dan menghafalnya, lebih utama lagi jika ia memahami pula makna dan kandungannya.

‘Akan berada di kalangan para malaikat’ maksudnya, seolah-olah ia bersama-sama malaikat tersebut memindahkan al Quran dari Lauh-Mahfuz (kitab yang terpelihara di sisi Allah), ia juga menyampaikan kepada orang lain melalui bacaannya. Dengan demikian keduanya mempunyai pekerjaan yang sama. Bisa juga maksudnya bahwa ia akan berada bersama-sama para malaikat pada hari kiamat.

Seseorang yang tidak lancar membaca al Quran akan mendapat ganjaran dua kali lipat, satu untuk pembacaannya yang tersendat-sendat dan satu lagi untuk kesusahannya dalam usaha mempelajari al Quran. Tetapi tidak berarti pahalanya melebihi orang yang ahli.Ganjaran untuk orang yang ahli dinyatakan sangat besar sekali sehingga ia berada dikalangan para malaikat.Maksud sebenarnya adalah, bahwa karena usahanya itu akan mendapatkan pahala ganda. Oleh karena itu tanpa alasan yang kuat, janganlah sekali-kali meninggalkan membaca al Quran.

Mulla Ali Qari rah.a. Mengutip sebuah hadist riwayat Thabrani dan Baihaqi bahwa seseorang yang berusaha menghafal al Quran tetapi dia selalu lupa dan tidak hafal-hafal, maka ia akan mendapat pahala dua kali lipat .Begitu pula seseorang yang ingin menghafal al Quran sedang ia tidak memiliki kemampuan untuk menghafalnya tetapi dia terus berusaha dan tidak meninggalkan membacanya, maka pada hari kiamat dia akan digolongkan oleh Allah Yang Maha Kuasa dikalangan para Hafizh.

 

Hadist 5

Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah saw brsabda, “Iri hati (hasad) itu tidak dibolehkan kecuali terhadap dua hal: Seseorang yang dikaruniai Allah kemampuan membaca al Quran dan ia terus-menerus dalam keadaan demikian siang dan malam, dan seseorang yang dikaruniai harta yang banyak oleh Allah dan ia membelanjakannya siang dan malam (di jalan Allah) .” (Hr.Bukhari,Tarmidzi, dan Nasai)

Banyak ayat al Quran dan hadist sahih yang merangkai bahwa hasad adalah suatu perbuatan maksiat yang sangat dilarang, tetapi dalam hadist ini Hasad atau iri hati dibenarkan kepada dua golongan orang seperti tersebut di atas. Para ulama telah menafsirkan hadist ini dengan dua penafsiran.

Pertama, kata hasad diartikan dengan risyk yang dalam bahasa Arab disebut Ghibtah (sifat ingin berlomba-lomba). Adapun perbedaan antara hasad dengan ghibthah yaitu; Hasad adalah apabila seseorang mengetahui orang lain mendapat suatu nikmat, lalu ia menginginkan agar nikmat itu hilang dari orang-orang tersebut, apakah ia mendapatkannya atau tidak. Sedangkan ghibthah ialah keinginan seseorang terhadap sesuatu yang dimiliki orang lain, apakah sesuatu itu hilang dari orang tersebut ataupun tidak, ia tetap berusaha. Karena secara ijma hasad adalah haram, maka para ulama mengkiaskan hasad dalam hadist di atas maksudnya adalah ghibthah (berlomba-lomba). Dalam urusan keduniaan ghibthah dibenarkan, sedang dalam urusan agama adalah mustahab (lebih disukai).

Kedua, bersifat pengecualian, yakni menurut hukum asalnya hasad adalah dilarang, kecuali terhadap dua hal yang disebutkan dalam hadist diatas.

 

Hadist ke-6

Dari Abu Musa r.a berkata.Rasulullah saw bersabda, “Orang mukmin yang membaca al Quran adalah seumpama buah utrujah (limau manis) yang baunya harum dan rasanya manis, orang mukmin yang tidak membaca al Quran adalah seumpama buah kurma yang tidak mempunyai bau harum walaupun rasanya manis, orang munafik yang tidak membaca al Quran seumpama buah hanzhalah yang rasanya pahit dan tidak berbau harum, dan orang munafik yang membaca al Quran adalah seumpama bunga Raihan,yang berbau harum tetapi rasanya pahit.” (Hr.Bukhari, Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah)

hadist di atas bermaksud membandingkan antara sesuatu yang abstrak dengan yang nyata, sehingga pikiran kita mudah membedakan antara yang membaca al Quran dengan yang tidak membacanya.Walaupun berbeda-beda tersebut, seperti limau manis dan kurma tidak bisa di bandingkan dengan kemanisan dan keharuman membaca al Quran.Tetapi keistimewahan dalam perbandingan dalam hadist diatas menjadi bukti atas luasnya ilmu nubuwwah dan betapa dalamnya pemahaman Rasulullah saw. Misalnya, buah limau manis yang memberikan keharuman pada mulut, membersihkan perut, mempercepat proses pencernaan, secara khusus juga dapat diperoleh melalui pembacaan al Quran, yaitu keharuman mulut, kesucian batin, dan kekuatan rohani.Begitu juga keistimewahan-keistimewahan lain sebagai hasil dari pembacaan al Quran yang secara kiasan terdapat pada buah limau manis. Dikatakan apabila terdapat buah limau manis di dalam rumah, maka jin tidak bisa masuk. Jika ini benar, maka sungguh hal ini adalah keistimewahan khusus yang dimiliki oleh al Quran. Beberapa dokter ahli pengobatan mengatakan bahwa buah limau manis dapat menguatkan ingatan. Hal ini sama dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ali r.a bahwa ada tiga hal yang dapat menguatkan ingatan: 1) siwak ; 2)puasa ; 3) membaca al Quran.

Sebagai penutup keterangan hadist di atas, ada sebuah riwayat dalam kitab Abu Dawud yang menyebutkan bahwa, sahabat yang baik adalah seumpama penjual minyak kasturi.Walaupun kita tidak memiliki minyak katsuri tersebut, tetapi bila kita berdekatan dengannya, kita dapat mencium harumnya. Sahabat yang buruk adalah seperti tukang pandai besi, walaupun kita tidak terkena percikan apinya, tetapi bila kita berdekatan dengannya, kita tak dapat menghindar dari asapnya. Dengan demikian, sangat penting kita perhatikan, siapakah orang yang patut menjadi sahabat kita, dan dengan siapakah sebaiknya kita bergaul. (Sumber Himpunan Kitab Fadhail Amal Hal 342-344)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: