Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 16

Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 16
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum – Dibaca: 103 kali

Hadits Ke-33

Dari Abdullah bin Amr r.a berkata, Rasululullah saw. Bersabda, “Puasa dan Al-Quran akan meminta syafaat untuk seorang yang taat. Puasa akan memohon, “Ya Allah, saya telah menghalanginya dari makan dan minum disiang hari, maka terimalah syafaatku ini untuknya”. Dan Al-Quran pun berkata, “Ya Allah, Saya telah menghalanginya dari tidur pada malam hari, maka terimalah syafaatku ini untuknya”. Akhirnya kedua syafaat itu diterima.” (Hr. Ahmad, Ibnu Abi Dunya, dan Thabrani).

Didalam kitab At-Targhib, hadits ini menyebutkan kata tha’am dan syarab yaitu makan dan minum sebagaimana diterjemahkan diatas, tetapi didalam riwayat Hakim kita dapati perkataan syahwat (nafsu) sebagai pengganti kata syarab yaitu puasa yang menahan seseorang dari makan dan memuaskan hawa nafsunya, dalam hal ini termasuk juga menahan kesenangan jasmaniah, walaupun sebenarnya halal seperti bercumbu atau mencium istri.

Diriwayatkan pula dalam sebuah hadits, bahwa Al-quran akan muncul berupa seorang pemuda dan berkata, “sayalah yang menyebabkan engkau bangun pada malam hari dan menyebabkan engkau haus diwaktu siang.”

maksud hadits diatas adalah hendaknya seorang hafizh membaca Al-quran dalam shalat nafil pada malam hari sebagaimana telah diterangkan dalam hadits ke-27. Dalam Al-Quran sendiri banyak ayat yang menerangkan bahwa amalan ini sebaiknya dilakukan dimalam hari. Sebagian ayat-ayat itu adalah sebagai berikut :

“Dan pada sebagian malam, bershalat tahjudlah kamu (dengan membaca Al-Quran didalamnya) sebagai ibadah nafilah (tambahan) bagimu.” (Qs. Al-Isra ayat 79)

“Dan pada sebagian malam, sujudlah dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu malam yang panjang.” (Qs. Al-Insan ayat 26)

“Mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari dan mereka juga bersujud (shalat)”. (Qs. Ali Imran ayat 113)

“Dan orang yang melalui malam harinya dengan sujud dan berdiri (shalat) untuk tuhan mereka.” (Qs. Al-furqan ayat 64).

Demikian pula Rasulullah saw. dan para sahabat seringkali menghabiskan seluruh malam mereka dengan membaca Al-Quran. Diriwayatkan bahwa Utsman r.a kadang-kadang membaca seluruh Al-Quran dalam satu rakaat witir saja. Hal demikian juga dilakukan oleh Abdullah bin Zubair r.a bahwa ia membaca Al-Quran dalam satu malam saja. Sa’id bin Zubair r.a membaca seluruh Al-Quran dalam dua rakaat didalam Ka’bah. Tsabit Banani r.a pernah membaca seluruh Al-Quran dalam sehari semalam, demikian juga Abu Hurairah r.a Abu Syeikh Hunai r.a berkata, “Saya membaca seluruh Al-Quran dua kali dan sepuluh juz sebagai tambahan dalam satu malam. Jika saya mau saya dapat membacanya untuk ketiga kalinya.” ketika pergi untuk menunaikan ibadah haji, Saleh bin Kaisan r.a sering membaca Al-Quran dua kali tamat setiap malamnya sewaktu berada di perjalanan. Manshur bin Zadzan r.a menyempurnakan bacaan Al-Quran satu kali dalam shalat dhuhda, bacaan yang kedua diantara shalat Zhuhur dan Ashar, dan ia menghabiskan seluruh malamnya dengan shalat nafil sambil menangis sehingga ujung sorbannya basah dengan air mata. Masih banyak kisah yang sama dengan kisah diatas yang ditulis oleh Muhammad bin Nashr r.a didalam kitabnya Qiyamul Lail.

Disebutkan dalam Syarah Ihya, kebiasaan orang-orang saleh terdahulu dalam usahanya menamatkan Al-Quran memakai cara yang berbeda-beda. Sebagian menamatkan seluruh Al-Quran setiap hari sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Syafi’i r.a didalam bulan-bulan selain Ramadhan, sebagian yang lain menamatkannya dua kali pada setiap bulan Ramadhan seperti juga yang dilakukan oleh Imam Syafi’i r.a demikian juga yang dilakukan oleh Aswad rah.a dan Saleh bin Kaisan rah.a, Sa’id bin Zubair rah.a. Dan beberapa orang lainnya. Sebagian lagi kebiasaannya yaitu menamatkan Al-Quran tiga kali dalam setiap malam seperti yang dilakukan oleh Salim bin ‘Atar rah.a. (Salah seorang tabi’in yang besar). Ia telah berperan serta dalam penaklukan Mesir pada zaman pemerintahan Umar r.a. Dan pernah dilantik sebagai pemerintah Qashash oleh Amir Mu’awiyah r.a.

Imam Nawawi rah.a. Telah menulis dalam kitab Al-Adzkar, bahwa yang terbanyak bacaan Al-Qurannya ialah Ibnul Katib yang biasa mengkhatamkan Al-Quran delapan kali setiap hari siang dan malam.

Ibnu Qudamah rah.a. Mengatakan, “Menurut Imam Ahmad bin Hanbal rah.a, tidak ada batasan mengenai jumlah pembacaan Al-Quran, hal ini tergantung kepada gairah dan semangat pembacanya. Para ulama tarikh telah menyatakan bahwa Imamil A’zham Abu Hanifah rah.a. Telah menamatkan Al-Quran enam puluh satu kali pada bulan Ramadhan, satu kali pada siang hari, satu kali pada malam, dan satu kali dalam shalat Tarawih.

Akan tetapi Rasulullah saw. Pernah bersabda, “Seseorang yang menamatkan bacaan Al-Quran kurang dari tiga hari, tidak akan dapat memikirkan isi kandungannya.” Atas dasar inilah Ibnu Hazm rah.a. Juga beberapa ulama lain berpendapat bahwa mengkhatamkan Al-Quran kurang dari tiga hari adalah haram. Menurut pendapat penulis, hal ini bergantung kepada kondisi manusia secara umum, karena banyak juga dikalangan para sahabat r.a. Yang mengkhatamkannya kurang dari tiga hari. Sehingga jumhur ulama telah sepakat bahwa lamanya waktu untuk mengkhatamkan Al-Quran itu tidak ada batasannya, kalau seseorang dapat melakukannya dengan mudah, lebih dari satu kali khatam dalam tiga hari pun dibolehkan. Yang jelas, bacaan itu hendaknya ditamatkan dalam jangka waktu menurut keleluasan seseorang. Tetapi ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa waktu yang ditempuh itu tidak boleh lebih dari empat puluh hari. Ini berarti tiga perempat juz hendaknya dibaca setiap hari, dan jika karena sesuatu hal tidak dapat dicapai maka diteruskan keesokan harinya sehingga seluruh Al-Quran dapat diselesaikan dalam waktu empat puluh hari. Sebagian ulama berpendapat bahwa hal itu tidak diwajibkan, tetapi alangkah baiknya jika ditamatkan dalam waktu kurang dari empat puluh hari ini. Pendapat ini didukung oleh beberapa hadits. Penulis kitab Majma’ meriwayatkan satu hadits : “Barangsiapa menyempurnakan bacaan Al-Quran dalam masa empat puluh malam, maka sungguh ia telah berlambat-lambat.”

Sebagian ulama berfatwa bahwa mengkhatamkan bacaan Al-Quran hendaknya dilakukan sekali setiap bulan. Bahkan lebih utama jika dikhatamkan seminggu sekali sebagaimana sering diamalkan oleh para para sahabat r.a. Memulainya pada hari Jumat dengan membaca satu manzil (tempat berhenti)setiap hari, dengan demikian bacaan Al-Quran ini dapat dikhatamkan pada hari kamis.

Menurut Imam Abu Hanifah rah.a. “Hak Al-Quran atas diri kita adalah dikhatamkan dua kali dalam setahun.” dengan demikian tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mengkhatamkannya kuran dari ini.

Ada sebuah hadits yang menerangkan, “Jika bacaan Al-Quran ditamatkan pada siang hari, maka para malaikat akan mendoakan keampunan bagi pembacanya pada hari itu, dan jika bacaan itu ditamatkan pada malam hari, maka para malaikat akan mendoakan rahmat baginya pada malam itu. Berdasarkan hadits ini, sebagian masyaikh memutuskan bahwa mengkhatamkan Al-Quran ketika musim panas sebaiknya dilakukan pada permulaan siang dan ketika musim dingin pada permulaan malam, dengan demikian pembaca itu akan mendapat manfaat doa malaikat lebih lama.

Hadits Ke 34

Dari Sa’id bin Sulaim r.a. Meriwayatkan, Rasulullah saw. Bersabda, pada hari kiamat tidak ada pemberi syafaat dihadapan Allah yang lebih utama daripada Al-Quran, bukan nabi, bukan malaikat, dan bukan pula yang lainnya.” (Hr. Abdul Malik bin Habib)

Hadits ini dan beberapa hadits lain yang telah disebutkan sebelumnya menjelaskan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafaat yang derajat syafaatnya pasti diterima. Semoga Allah yang maha kuasa menjadikan Al-Quran sebagai pemberi syafaat kepada kita semua dan semoga Allah tidak menjadikannya sebagai penuntut atau pendakwa kepada kita.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar dalam kitab La’aali Mashnu’ah, mengatakan, “Apabila seseorang meninggal dunia, sementara keluarganya sibuk mempersiapkan upacara pengebumian, seseorang yang berwajah sangat tampan akan berdiri didekat kepalanya. Ketika mayat itu dikafani, maka orang itu akan berada diantara kain kafan dan dadanya. Setelah selesai penguburan, dan para pelayat sudah meninggalkannya, maka datanglah malaikat Munkar dan Nakir kemudian memisahkan orang itu supaya mereka dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Ahli Kubur itu tanpa gangguan. Tetapi orang itu berkata, “ia adalah teman dan sahabatku, saya tidak akan meninggalkannya seorang diri dalam keadaan bagaimanapun. Jika engkau ditugaskan untuk menanyainya, jalankanlah tugasmu itu. Saya tidak akan meninggalkannya hingga saya membawanya masuk ke surga.” setelah itu ia berpaling ke arah mayat sahabatnya itu dan berkata, “Sayalah Al-Quran yang telah engkau baca, kadangkala dengan suara keras, kadangkala dengan suara perlahan. Janganlah bimbang, setelah ditanya oleh Munkar dan Nakir engkau tidak akan berduka cita.” setelah Munkar dan Nakir selesai menjalankan tugasnya, maka malaikat akan menyiapkan tempat tidur dan menghamparkan permadani sutera yang penuh dengan kasturi untuknya dari al Mala’il A’ala (malaikat-malaikat Surga). Semoga Allah Swt. Menganugerahkan kita dengan kenikmatan seperti itu. Sebenarnya masih banyak fadhilah lainnya dari hadits ini, tetapi sengaja kami ringkas karena khawatir terlalu panjang.

Hadits ke-35

Dari Abdullah bin Amr r.a. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa membaca Al-Quran, maka sesungguhnya ia menyimpan ilmu-ilmu kenabian diantara kedua lambungnya, sekalipun wahyu tidak diturunkan kepadanya, adalah tidak pantas bagi seorang hafizh Al-Quran memarahi orang yang pemarah dan tidak patut bertindak bodoh terhadap orang bodoh sedangkan Al-Quran berada didalam dadanya.”(Hr. Hakim)

Karena turunnya wahyu telah terhenti setelah wafatnya Rasul terakhir Nabi mulia Muhammad saw. Maka tidak akan ada li wahyu yang diturunkan. Tetapi karena Al-Quran adalah perkataan Allah yang maha suci, maka tidak diragukan lagi, bahwa ia mengandung pengetahuan kenabian. Dan apabila seseorang telah dianugerahi pengetahuan ini maka ia bertanggung jawab untuk menunjukkan akhlak yang terbaik dan hendaknya menghindarkan dari budi pekerti yang buruk. Fudhail bin Iyadh rah.a. Berkata, “Seorang hafizh Quran adalah pemegang panji Islam, maka tidak layak baginya bercampur gaul dengan orang-orangyang terbiasa dengan perbuatan sia-sia atau bergai dengan orang yang lalai dan malas.”

Hadits ke-36

Dari Ibnu Umar r.a. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Tiga macam orang yang tidak ada ketakutan pada hari kiamat yang penuh dengan huru hara dan tidak akan dihisab keatasnya. Mereka

berjalan dengan penuh gembira diatas timbunan kasturi hingga semua manusia selesai dihisab. 1) seorang yang membaca Al-Quran semata-mata karena Allah dan kemudian mengimami orang banyak didalam shalat sedangkan mereka sangat senang kepadanya; 2) orang yang mengajak orang lain untuk mendirikan shalat semata-mata karena Allah; 3) orang yang berbuat baik terhadap tuannya atau pun terhadap orang-orang bawahannya.” (Hr. Thabrani)

Kesusahan, kesedihan, ketakutan dan kalang kabutnya pada hari kiamat begitu dahsyat. Akan tetapi orang yang benar-benar islam pun banyak yang tidak merenungkan dan menyadari tentang kiamat itu. Jika ada sesuatu yang dapat menyelamatkan diri darinya, hal itu adalah satu nikmat yang sangat besar, merupakan ribuan rahmat dan jutaan kegembiraan. Seseorang yang mendapatkan kenikmatan tersebut, maka sesungguhnya dialah yang beruntung. Tetapi sungguh celaka dan merugi bagi kebanyakan orang yang menganggap bahwa membaca Al-Quran tidak penting.

Dalam Mu’jam Kabir disebutkan bahwa perawi pertama hadits diatas ialah Abdullah bin Umar r.a salah seorang sahabat Rasulullah saw. Ia berkata, “Jika saya tidak mendengar hadits ini dari Rasulullah saw. Sekali lagi, sekali lagi, sekali lagi ( ia mengulanginya sampai tujuh kali maka sekali-kali saya tidak akan meriwayatkannya (Sumber Kitab Fadhail Amal Hal 385-391)

* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 15
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 14
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 13
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 12
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 11

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

* luangkan waktu tuk beribadah kepada-Ku. Nanti Ku penuhi tanganmu dengan rizki.
* luangkan waktu tuk beribadah kepada-Ku. Nanti Ku penuhi hatimu dengan kekayaan.
* Jika seseorang memperhatikanmu hanya sekedar basa basi, maka tinggalkanlah dan jangan kau sesali
* Wahai dunia, barangsiapa melayanimu, jadikanlah ia pelayanmu. Hadits Qudsi
* jangan kalian menjauhkan diri dari-Ku. Nanti hatimu penuh kemiskinan dan tanganmu sarat kesibukan

Statistik User

068697
Pengunjung hari ini : 50
Total pengunjung : 22193
Hits hari ini : 167
Total Hits : 68697
Pengunjung Online : 2

Polling

Apa Majlis Favorit Anda ?

Rasulullah SAW
Ahbabul Musthofa
Nurul Musthofa

Lihat Hasil Poling

Special Thank’s To Mr. Lukmanul Hakim (Lokomedia) for him CMS. Good Luck For Him.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: