Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 13

Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 13
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum – Dibaca: 83 kali

Hadits Ke 27

Dari Ubaidah Al-Mulaiki ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “wahai ahli-ahli Quran, janganlah kalian menggunakan Al-quran sebagai bantal tetapi hendaknya kamu membacanya dengan teratur siang dan malam, sebarkanlah kitab suci itu, bacalah dengan suara yang merdu dan pikirkanlah isi kandungannya! Dengan begini kamu akan mendapat kejayaan. Janganlah kamu minta disegerakan ganjarannya (dalam dunia) karena ia mempunyai ganjaran (yang sangat besar diakhirat).” (Hr. Baihaqi).

Beberapa pelajaran yang perlu diperhatikan dari hadits diatas :

1.

Al-Quran jangan dipakai sebagai bantal. Kalimat ini mempunyai dua maksud : Pertama, menggunakan Al-Quran sebagai bantal, perbuatan demikian bertentangan dengan adab dan penghormatan terhadap kitab yang mulia itu. Ibnu Hajar r.a menulis, “Menggunakan Al-Quran sebagai bantal, melonjorkan kaki kearahnya, menginjaknya dan sebagainya adalah perbuatan haram. Kedua, menggunakan Al-Quran sebagai bantal maksudnya adalah melalaikan Al-Quran, karena hal ini tidak akan memberikan manfaat apa-apa, seperti halnya meletakkan Al-Quran didekat batu nisan diatas kuburan dengan mengharapkan berkah. Perbuatan ini benar-benar tidak menghormati Al-Quran yang mulia. Karena salah satu maksud diturunkannya Al-Quran adalah untuk dibaca.
2.

Bacalah Al-Quran dengan penuh adab dan hormat, karena hak Al-Quran adalah dibaca dengan penuh hormat dan adab. Perintah untuk melaksankan ini terdapat dalam Al-Quran itu sendiri. “Orang-orang yang telah kami berikan al-kitab, mereka membacanya dengan sebenar-benarnya bacaan.” (Qs. Al-Baqarah ayat 121).

Perintah dari seorang raja akan diterima dengan penuh hormat, begitu pula sepucuk surat dari kekasih akan dibaca dengan penuh gairah. Maka demikian juga seharusnya dalam membaca Al-Quran.
3.

Ungkapan ‘sebarkanlah Al-Quran’ maksudnya melalui ceramah, tulisan, targhib, dengan perbuatan atau dengan cara apa saja yang menyebabkan Al-Quran tersebar dan berkembang. Tetapi para cendekiawan malah beranggapan bahwa membaca Al-Quran adalah perbuatan yang sia-sia, padahal mereka mengaku mencintai Rasulullah sw. Dan mengaku cinta kepada Islam.

Seperti syair orang persia yang mengatakan :

“Aku takut wahai orang-orang Arab, kamu tidak akan sampai ke Ka’bah, karena jalan yang kamu tempuh menuju ke Turkistan.”

Rasulullah saw. telah memerintahkan kita agar menyebarkan Al-Quran, tetapi sekarang kita tidak tabah dalam menghadapi rintangan ketika kita mengupayakan hal itu. Kita membuat peraturan-peraturan untuk menundukkan dunia. Anak-anak kita yang seharusnya mendapat pelajaran Al-Quran terpaksa mengikuti sekolah-sekolah umum. Kita tidak suka kepada ustadz-ustadz yang mengajar disekolah-sekolah agama, karena dianggap tidak dapat memberikan masa depan yang baik, sehingga kita enggan mengantarkan anak-anak kita kepada mereka.

Sesungguhnya inilah kekurangan kita, tetapi apakah dalam kekurangan itu kita telah bersenang hati keluar dari tanggung jawab ini? Ataukah kita ingin melepaskan tanggung jawab kewajiban menyebarkan Al-Quran ini?. Kita semua bertanggung jawab untuk mengembangkan Al-Quran, baik dibacanya ataupun dihafalnya. Para ustadz dimadrasah mungkin banyak kekurangannya, tetapi jika hal ini dijadikan alasan untuk menghalangi anak-anak kita pergi kesekolah agama, dan menganggapnya sebagai pelajaran kelas rendah, maka ibarat mengobati seorang yang berpenyakit batuk kering dengan memberinya racun.

Dan jawabannya adalah, kita terpaksa meninggalkan mempelajari Al-Quran dengan alasan bahwa pengurus sekolah-sekolah agama, tidak serius dalam mengajar. Silahkan anda pikirkan sendiri, betapa banyak perhatian kita dalam mempelajari Al-Quran. Untuk mempelajari ilmu bisnis atau untuk menjadi pegawai bangsa asing saja, tiga perempat perhatian kita tercurahkan untuk mempelajarinya. Padahal Allah SWT., telah menegaskan pentingnya mempelajari Al-Quran daripada yang lainnya.
4.

Al-Quran hendaklah dibaca dengan suara yang indah, seperti telah diterangkan sebelumnya.
5.

Kita harus memikirkan maksud dan isi kandungan Al-Quran. Dalam kitab Ihya disebutkan bahwa Allah berfirman dalam kitab Taurat, “Hamba-Ku, apakah kamu tidak segan dan malu dengan sikapmu terhadap Aku? Jika kamu menerima sepucuk surat dari kawanmu ketika kamu sedang berjalan dijalan raya, maka kamu akan berhenti mencari tempat yang nyaman untuk membacanya dengan penuh perhatian dan berusaha memahami setiap perkataan yang terkandung didalamnya. Tetapi terhadap Kitab-Ku, yang didalamnya Aku telah menerangkan segala sesuatu dan berkali-kali telah menegaskan hal-hal yang penting agar kamu memikirkannya dan memahami semuanya, tetapi kamu memperlihatkan sikap acuh tak acuh. Apakah kamu mengganggap Aku ini lebih rendah dari kawanmu? Wahai hamba-Ku, sebagian dari rekan-rekanmu duduk bersamamu dan berbicara denganmu, dan kamu memberikan segala perhatianmu kepada mereka. Kamu mendengar dan berusaha memahami mereka. Jika ada yang menyela, kamu akan menahannya dengan isyarat tanganmu. Aku berkata-kata melalui Kitab-Ku tetapi engkau tidak memperdulikan-Ku. Apakah kamu mengganggap Aku ini lebih hina dari kawan-kawanmu?” kelebihan-kelebihan dalam bertafakur dan memikirkan isi kandungan Al-Quran telah disebutkan pada permulaan Muqaddimah buku ini dan sekali dalam hadits ke-8.
6.

Ungkapan ‘janganlah meminta ganjaran didunia’ maksudnya adalah jika membaca Al-Quran hendaknya jangan mengharapkan upah didunia karena membaca Al-quran itu akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar diakhirat.

Menerima upah untuk kehidupan dunia ini seumpama seorang yang merasa puas hanya dengan menerima kulit-kulit kerang di laut daripada menerima uang rupiah. Rasulullah saw. Pernah bersabda, “Bila umatku hanya mementingkan nilai dunia, maka akan tercabut dari mereka kehebatan Islam, dan bila ia berhenti dari mengajak kepada kebaikan dan mencegah kejahatan, ia akan diharamkan dari keberkahan wahyu, yaitu pemahaman terhadap Al-Quran.” Demikianlah yang dijelaskan didalam al-ihya.

* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 12
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 11
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 10
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 9
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 8

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

* luangkan waktu tuk beribadah kepada-Ku. Nanti Ku penuhi tanganmu dengan rizki.
* luangkan waktu tuk beribadah kepada-Ku. Nanti Ku penuhi hatimu dengan kekayaan.
* Jika seseorang memperhatikanmu hanya sekedar basa basi, maka tinggalkanlah dan jangan kau sesali
* Wahai dunia, barangsiapa melayanimu, jadikanlah ia pelayanmu. Hadits Qudsi
* jangan kalian menjauhkan diri dari-Ku. Nanti hatimu penuh kemiskinan dan tanganmu sarat kesibukan

Statistik User

068689
Pengunjung hari ini : 49
Total pengunjung : 22192
Hits hari ini : 159
Total Hits : 68689
Pengunjung Online : 1

Polling

Apa Majlis Favorit Anda ?

Rasulullah SAW
Ahbabul Musthofa
Nurul Musthofa

Lihat Hasil Poling

Special Thank’s To Mr. Lukmanul Hakim (Lokomedia) for him CMS. Good Luck For Him.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: