Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 12

Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 12
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum – Dibaca: 101 kali

Hadits ke-24

Dari Anas r.a meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya bagi Allah dari kalangan manusia ini, ada sebagian dari mereka sebagai ahli-Nya.” Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu?” Rasulullah saw menjawab, “Ahlul Quran (orang-orang al Quran), merekalah ahli-ahli Allah dan orang-orang istimewa-Nya.” (Hr.Hakim dan Ahmad)

Orang-orang al Quran adalah mereka yang senantiasa menyibukkan dirinya dengan al Quran dan mempunyai hubungan istimewa dengannya. Orang yang demikian itulah yang menjadi ahli Allah dan orang istimewa-Nya. Dengan keterangan ini jelas, bagi seseorang yang selalu menyibukan diri dengan al Quran, maka rahmat Allah yang istimewa akan selalu tercurah kepadanya.

Orang-orang yang selalu berada dalam satu kumpulan maka akan dikatakan sebagai ahli kumpulan itu. Adakah kehormatan yang lebih tinggi daripada menjadi ahli allah yang akan selalu dicintai Allah, dengan hanya usaha yang sedikit. Betapa banyak pengorbanan harta benda dan kesenangan yang dihabiskan untuk dapat memasuki istana di dunia ini atau untuk diangkat menjadi pejabat tinggi. Mereka menutup telinga dari perkataan orang serta bersabar dengan segala penghinaan, tetapi masih mengatakan bahwa semua ini adalah baik. Sedangkan usaha untuk mendalami al Quran dikatakan seagai usaha yang sia-sia.

Hadist ke 25

Dari Abu Harairah r.a berkata, Rasulullah saw, bersabda, “Allah Yang Maha Kuasa tidak pernah mendengarkan sesuatu dengan penuh perhatian sebagaimana Dia mendengarkan dengan penuh perhatian kepaa suara lembut dan merdu dari seorag nabi keetika mambaca al Quran.” (Hr.Bukhari dan Muslim)

Sebelumnya sudah kita ketahui, bahwa Allah Maha Kuasa untuk memberi perhatian yang istimewa kepada pembaca al Quran, yaitu kalam-Nya sendiri. Para nabi membaca al Quran dengan begitu teliti dan mengikuti adab-adab dalam memuliakan al Quran, sehingga menyebabkan perhatian Allah kepada mereka begitu besar. Suaranya yang lembut dan merdu menambah keindahan bacaanya, sehingga perhatian Allah bertambah besar lagi kepada mereka. Sedangkan kepada yang bukan nabi, perhatian Allah tergantung kepada taraf kebagusan bacaannya.

Hadits ke-26

Dari Fudhalah bin Ubaid r.a meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Allah yang Maha Kuasa mendengar dengan penuh perhatian kepada suara pembaca al Quran lebih daripada seorang tuan yang mendengarkan hamba perempuannya menyanyi.” (Hr.Ibnu Majah, Ibnu Haban, dan Hakim)

Sudah merupakan fitrah dan kebiasaan, bahwa nyanyian selalu menarik perhatian, tetapi karena syariat Islam melarangnya, maka kita tidak boleh mendengar nyanyian tersebut. Walaupun demikian, islam tidak melarang seorang majikan mendengar nyanyiannya dari seorang hamba sahaya perempuannya yang halal, sehingga ia mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tetapi perlu kita ingat, bahwa dalam membaca al Quran tidak boleh dilagukan dengan nada seperti nyanyian, karena hal ini pun dilarang seperti diterangkan dalam hadits berikut ini:

“Janganlah membaca (al Quran) dengan nada nyanyian, seperti seorang yang sedang dimabuk cinta.” (al Hadits)

Para ulama telah menulis, bahwa seseorang yang membaca al Quran seperti nyanyian adalah orang yang fasiq (orang yang melakukan maksiat) bahkan orang yang mendengarkannya pun telah melakukan satu dosa. Al Quran hendaknya dibaca dengan suara lembut dan merdu, tetapi bukan dengan nada nyanyian. Ada banyak hadits yang memerintahkan agar membaca al Quran dengan suara merdu. Rasulullah saw pernah bersabda, “Hiasilah al Quran dengan suara yang bagus.” Dalam hadits lain dikatakan, “Membaca al Quran dengan suara yang merdu melipat gandakan keindahan al Quran itu sendiri.”

Syikh Abdul Qadir Jailani rah.a menulis dalam kitab Ghunyah, “Suatu ketika Abdullah bin Mas’ud r.a melewati satu tempat dekat kuffah dan melihat sekumpulan orang yang melakukan maksiat itu didalam rumah. Seorang penyanyi bernama Zadzan sedang menyanyi dan memainkan alat musik. Ketika mendengar suara penyanyi itu Ibnu Mas’ud r.a berkata “Alangkah bagusnya jika suara itu digunakan untuk membaca al Quran.” Kemudian ia menutup kepalanya dengan sehelai kain dan berlalu dari situ.Zadzan melihatnya, kemudian ia bertanya kepada orang banyak di situ dan mendapat jawaban, bahwa Ibnu Mas’ud adalah seorang sahabat dan ia telah mengucapkan kata-kata tadi. Zadzan merasa gelisah mendengar perkataan itu, seketika itu iamemusnahkan semua alat musiknya dan menjadi salah seorang pengikut Ibnu Mas’ud r.a sampai kemudian ia menjadi ulama terkenal di zaman itu. Masih banyak hadits yang menganjurkan agar membaca al Quran dengan suara merdu dan melarang membaca al Quran dengan nada nyanyian seperti yang telah disebutkan di atas.

Huzaifah r.a meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Bacalah al Quran dengan gaya Arab, jangan membaca seperti seorang kekasih atau seperti suara orang yahudi dan Nasrani. Tidak lama lagi akan datang sekumpulan orang yang akan membaca al Quran sebagaimana penyanyi-penyanyi yang mengeluh sedih, dan bacaan yang demikian tidak dapat memberi manfaat apa pun kepada mereka. Mereka sendiri akan mendapat fitnah juga orang-orang yang memuja bacaan-bacaan mereka.”

Thaus rah.a mengatakan, seorang telah bertanya kepada Rasulullah saw, “Siapakah yang mempunyai suara terbaik dalam pembacaan al Quran?” Rasulullah saw menjawab, “Ia adalah orang yang jika kamu mendengar suaranya dan merasakan bahwa ia adalah orang yang takut kepada Allah, yaitu yang suaranya menggambarkan penuh ketakutan kepada Allah.”

Walaupun demikian Allah sangat pemurah dan tidak membebani seorang di luar kemampuannya. Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa Allah swt menugaskan malaikat untuk tujuan khusus, yaitu jika mendapatkan seseorang yang sedang membaca al Quran dengan susah payah membetulkan bacaannya, malaikat itu akan membetulkan sebelum ia membawa ayat-ayat itu ke langit. “Ya Allah, saya tidak dapat menghitung segala pujian untuk-Mu.” (Sumber Kitab Fadhail Amal Hal 374-377)

* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 11
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 10
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 9
* Empat Puluh Hadits Tentang Fadhilah Al-Quran Bag. 8
* Bagaimana menjadi wali bag. 2

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar

(Masukkan 6 kode diatas)

Sekilas Info

* luangkan waktu tuk beribadah kepada-Ku. Nanti Ku penuhi tanganmu dengan rizki.
* luangkan waktu tuk beribadah kepada-Ku. Nanti Ku penuhi hatimu dengan kekayaan.
* Jika seseorang memperhatikanmu hanya sekedar basa basi, maka tinggalkanlah dan jangan kau sesali
* Wahai dunia, barangsiapa melayanimu, jadikanlah ia pelayanmu. Hadits Qudsi
* jangan kalian menjauhkan diri dari-Ku. Nanti hatimu penuh kemiskinan dan tanganmu sarat kesibukan

Statistik User

068687
Pengunjung hari ini : 49
Total pengunjung : 22192
Hits hari ini : 157
Total Hits : 68687
Pengunjung Online : 1

Polling

Apa Majlis Favorit Anda ?

Rasulullah SAW
Ahbabul Musthofa
Nurul Musthofa

Lihat Hasil Poling

Special Thank’s To Mr. Lukmanul Hakim (Lokomedia) for him CMS. Good Luck For Him.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: