III. KEUTAMAAN HIFZHUL QUR’AN

III. KEUTAMAAN HIFZHUL QUR’AN

1. Bernilai ibadah dimana pahalanya dihitung dari tiap huruf yang dibaca.

Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ” Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dn Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

2. Menjadi ruh penggerak kemajuan kehidupan manusia, jika dibaca dan ditadabburi.

Dan Demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

3. Ciri orang-orang yang berilmu dan tolok ukur keimanan.

Saat Al Qur’an dihafalkan, maka ayat-ayat yang dibaca dipindahkan dari tulisan ke dalam dada. Hal ini merupakan cirri orang-orang yang diberi ilmu dan merupakan tolok ukur keimanan dalam hati seseorang.

Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang-orang yang zalim (QS. Al Ankabuut : 49)

4. Sebaik-baik amal.

Rasulullah saw. bersabda :  “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an” (HR. Bukhari dari Utsman bin Affan).

5. Hafizh Qur’an adalah “keluarga” Allah swt. yang berada di atas bumi.

Rasulullah saw.  bersabda,  “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga  di antara manusia”. Sahabat bertanya, ”Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Para Ahlul Qur’an, merekalah keluarga Allah, dan pilihan-pilihan-Nya”. (HR Ahmad dan Ibnu Majah, Hadits Hasan)

6. Al-Qur’an akan menjadi penolong dan memberi syafaat  di hari kiamat.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur’an bertemu pembacanya pada hari kiamat saat kuburannya dikuak, dalam rupa seorang laki-laki yang pucat. Dia (Al-Qur’an) bertanya, “apakah engkau mengenalku? Dia menjawab, “aku tidak mengenalmu!”. Al-Qur’an berkata, “Aku adalah temanmu, Al-Qur’an, yang membuatmu kehausan pada siang hari yang panas dan membuatmu terjaga pada malam hari. Sesungguhnya pedagang itu mengharapkan hasil dagangannya, dan sesungguhnya pada hari ini aku adalah milikmu dari hasil seluruh perdaganganmu, lalu dia memberikan hak milik orang itu Al-Qur’an dengan tangan kanan dan memberikan keabadian dengan tangan kirinya, lalu di atas kepalanya disematkan mahkota yang berwibawa, sedangkan Al-Qur’an mengenakan 2 pakaian yang tidak kuat disangga oleh dunia. Kedua pakaian ini bertanya, “Karena apa kami engkau kenakan?”. Ada yang menjawab: “Karena peranan Al-Qur’an. Kemudian dikatakan kepada orang itu,”Bacalah sambil naik ketingkatan-tingkatan syurga dan biliknya, maka dia naik sesuai dengan apa yang dibacanya, baik baca dengan cepat, maupun dengan tartil.” (HR Ahmad).

Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat, sebagai pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya.” (HR Muslim).

Dari Abu Umamah ra., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat bagi para pembacanya pada hari kiamat. Bacalah Azzahrawain (Surat Al Baqarah dan Ali Imran) karena sesungguhnya keduanya akan datang pada hari kiamat bagaikan dua awan, atau bagaikan dua ekor burung yang terbang yang akan membela pembacanya pada hari kiamat.” Kemudian Nabi saw. bersabda lagi, “Bacalah Surat Al Baqarah, sesungguhnya di dalam mengamalkannya terdapat berkah, meninggalkannya adalah penyesalan, dan surat ini menjadikan parea penyihir tidak mampu melakukan sihirnya.” (HR. Ahmad dan Muslim)

7. Ditempatkan bersama para malaikat.

Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang mahir dalam membaca Al Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulia-mulia lagi taat. Sedang siapa orang yang terbata-bata dan berat jika membaca Al Qur’an, mendapat pahala 2 kali lipat.” (HR Bukhari, Muslim)

8. Mendapat rahmat dan sakinah dari Allah swt

Dari Al Barra bin Azib RA, “ Ada seorang membaca surat Al Kahfi sedang tidak jauh dari tempatnya, ada kuda yang terikat dengan tali kanan kiri, tiba-tiba orang itu diliputi oleh cahaya yang selalu mendekat kepadanya, sedang kuda itu lari ketakutan. Dan pada pagi hari ia datang memberi tahu kejadian itu kepada nabi SAW, maka bersabda nabi SAW, ”Itulah ketenangan (rahmat) yang telah turun untuk bacaan Al-Qur’an itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya. (HR. At Tirmidzi dan Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said).

9. Aroma orang beriman

Sabda Nabi saw. : “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, oromanya harum dan rasanya nikmat…..”

10. Diangkat derajatnya oleh Allah swt di dunia

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (HR Muslim dari Umar bin Khatthab).

11. Menghidupkan hati

Dari Ibn Abbas ra berkata : Rasulullah saw. bersabda :

“Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al Qur’an, maka ia bagaikan rumah kosong. (HR At Tirmidzi).

12. Seorang Ahlul Qur’an adalah orang yang dianugerahi nikmat Rabbani

“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat. Dan menginginkan seseorang yang diberi harta oleh Allah kemudian ia mempergunakannya dalam kebenaran, maka berkatalah orang yang lain, “Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya  ia tidak mendapatkan wahyu. Rasul saw. Bersabda :

“Barangsiapa yang membaca (hafal)  Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya. Tidak pantas bagi para hafizh Qur’an berada bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kejahilan terhadap orang yang melakukan kejahilan, sementara dalam dirinya terdapat firman Allah.” (HR. Hakim)

13. Penghafal Qur’an mendapatkan tasyrif nabawi/penghargaan khusus dari Nabi saw.

Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur’an. Rasul saw mendahulukan pemakamannya.

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari).

Pada kesempatan lain, Nabi saw. memberikan amanat kepada para Huffazhul Qur’an dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah saw. sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini..surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.”. Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At Tirmidzi dan An Nasaa’i).

Kepada orang yang hafal Al Qur’an, Rasul saw menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah saw. bersabda :

“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim).

14. Menghormati seorang hafizh Al Qur’an berarti mengagungkan Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca danmengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Dawud).

15. Ditinggikan derajatnya oleh Allah swt di surga

Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash ra. Dari Nabi saw. Beliau bersabda : Akan dikatakan kepada Shahibil Qur’an, “Bacalah dan naiklah, serta bacalah dengan tartil, sebagaimana engkau dulu membacanya dengan tartil di dunia, karena kedudukanmu terletak di akhir ayat yang engkau baca. “ (HR Tirmidzi)

16. Mendapatkan taajul karomah/mahkota kehormatan dari Allah swt. di akhirat

Mereka akan dipanggil, “Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?”.  Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada  salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya”. Jika kedua orang tuanya seorang muslim, maka keduanya akan dianugerahi pakaian yang lebih indah dari dunia dan seisinya. Kedua orang tuanya akan mengatakan, “Bagaimana kami bisa mendapatkan ini ?”, Maka akan dijawab, “Ini karena anakmu berdua membaca Al Qur’an” . (HR. Ath Thabrani)

17. Kedua orang tuanya akan mendapat kemuliaan di akhirat

“…maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an…” (HR. Al Hakim).

18. Perniagaan atau bisnisnya akan selalu untung dan tidak akan pernah rugi

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (QS. Faathir : 29-30)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: